Demokrasi dalam Kehidupan Menggereja
Sebelum membahas tentang apa saja peran kaum awam dalam kehidupan menggereja maupun berdemokrasi, kita harus mengetahui apa sih sebenarnya kaum awam itu?
Jadi, kaum awam adalah sekelompok orang beriman kristiani yang tidak termasuk golongan yang menerima tahbisan suci dan status kebiarawanan yang diakui dalam Gereja (lih. LG 31). Sedangkan istilah awam sendiri memiliki dua arti, secara teologis dan secara tipologis. Secara teologis, awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan. Dalam arti ini, kaum awam meliputi biarawan atau biarawati yang tidak menerima tahbisan. Sedangkan secara tipologis, awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan biarawati.
Lalu apakah peranan kaum awam sendiri bagi gereja maupun dalam kehidupan demokrasi?
Berikut penjelasannya,
Kita semua dapat melihat, jika di masa sekarang bahkan peranan kaum awam sangat dibutuhkan dalam kehidupan menggereja. Dilihat dari bagaimana kaum awam berperan memahami dan menjalankan panggilannya untuk mewartakann injil ditengah ketika menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini yaitu Covid-19. Secara tidak langsung dapat diartikan bahwa kaum awam sendiri telah membantu dalam perkembangan gereja, bagaimana bisa dikatakan demikian? Tantangan di masa sekarang memang sangatlah berat, peranan kaum awam semakin dibutuhkan dalam hidup menggereja terutama dalam segi pelayanan. Salah satu bentuk dari tindakan yang dilakukan kaum awam sendiri contohnya seperti koor atau nyayian dalam ibadah maupun ekaristi, putra altar atau biasanya disebut misdinar, prodiakon, ketua lingkungan, pemimpin doa dalam suatu ibadat, maupun dapat sebagai pendamping sekolah minggu.
Kemudian apasih sebenarnya peran kaum awam dalah kehidupan berdemokrasi? Lalu apa hubungan dari kaum awam dan demokrasi?
Jadi cukup sekian penjelasan mengenai kaum awam dalam kehidupan menggereja dan dalam kehidupan berdemokrasi. Semoga Materi yang disampaikan diatas dapat dimengerti dan dapat bermanfaat.
Jadi, kaum awam adalah sekelompok orang beriman kristiani yang tidak termasuk golongan yang menerima tahbisan suci dan status kebiarawanan yang diakui dalam Gereja (lih. LG 31). Sedangkan istilah awam sendiri memiliki dua arti, secara teologis dan secara tipologis. Secara teologis, awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan. Dalam arti ini, kaum awam meliputi biarawan atau biarawati yang tidak menerima tahbisan. Sedangkan secara tipologis, awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan biarawati.
Simak lebih lajut mengenai penjelasan kaum awam melalui tayangan video berikut
ini :
Lalu apakah peranan kaum awam sendiri bagi gereja maupun dalam kehidupan demokrasi?
Berikut penjelasannya,
Kita semua dapat melihat, jika di masa sekarang bahkan peranan kaum awam sangat dibutuhkan dalam kehidupan menggereja. Dilihat dari bagaimana kaum awam berperan memahami dan menjalankan panggilannya untuk mewartakann injil ditengah ketika menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini yaitu Covid-19. Secara tidak langsung dapat diartikan bahwa kaum awam sendiri telah membantu dalam perkembangan gereja, bagaimana bisa dikatakan demikian? Tantangan di masa sekarang memang sangatlah berat, peranan kaum awam semakin dibutuhkan dalam hidup menggereja terutama dalam segi pelayanan. Salah satu bentuk dari tindakan yang dilakukan kaum awam sendiri contohnya seperti koor atau nyayian dalam ibadah maupun ekaristi, putra altar atau biasanya disebut misdinar, prodiakon, ketua lingkungan, pemimpin doa dalam suatu ibadat, maupun dapat sebagai pendamping sekolah minggu.
Simak penjelasan berikut ini, Gereja Katolik tidak dibenarkan untuk memihak kelompok tertentu. Tugas Gereja Katolik adalah mengayomi seluruh masyarakat secara adil dan menyeluruh. Melihat dari lalu, ketika menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres, Pileg dan Pemilihan DPD tahun 2019, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, umat Katolik termasuk kaum awam terpanggil untuk ikut merawat dan memajukan kehidupan demokrasi yang sehat, bersih, dan bermartabat. Tidak hanya itu, kaum awam dalam gereja katolik juga terlibat dalam kegiatan kegiatan masyarakat, selain di wilayah dan gereja, seperti menjadi ketua RT, RW, Lurah dan kegiatan lainnya.
Daftar Pustaka
https://katekeseremaja.wordpress.com/2014/08/16/374/
https://pendalamanimankatolik.com/kaum-awam/
http://www.indonesiakoran.com/news/opini/read/78136/awam.katolik.andalan.gereja.dalam.politik
Komentar
Posting Komentar