Demokrasi dan Indonesia

pict : https://geotimes.co.id/opini/dari-demokrasi-menuju-kemakmuran/

Halo teman-teman, di kesempatan kali ini kami ingin membahas keberadaan demokrasi di Indonesia nih. Sebelumnya, kita kenalan dulu yuk sama demokrasi, jadi apa sih demokrasi itu? 

Demokrasi merupakan gabungan dari dua kata dalam Bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Dari bahasa Inggris demos dan kratos diserap menjadi democracy. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi dalam istilah politik yang berarti pemerintahan rakyat.

Jadi, maksudnya demokrasi sendiri adalah pemerintahan di mana keputusannya berada di tangan rakyat. di dalam demokrasi ini rakyat sangat berpengaruh terhadap kekuasaan dan pemerintahan negara loh!

Nah untuk penerapan demokrasi sendiri di Indonesia itu sudah beberapa kali mengalami perubahan loh! Indonesia sendiri sudah mengalami perubahan dalam penerapan demokrasi sebanyak empat kali, di mulai dari tahun 1950, biar enggak penasaran tentang perubahan penerapan demokrasi ini, kita bahas sedikit yuk! Untuk penjelasan bisa lihat video dibawah ini dahulu ya!

  • Periode 1950-1959 : Indonesia menggunakan system demokrasi parlementer dalam pemerintahannya. Sistem demokrasi parlementer ini melibatkan parlemen, atau dengan kata lain parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan Negara
  •  Peridode 1956-1965 : Pada saat ini Negara kita menggunakan system demokrasi terpimpin dimana lebih didominasi presiden dalam mengatur pemerintahanbukan partai politik lagi.
  • Periode 1966-1998 : Indonesia menggunakan system demokrasi pancasila namun pancasila era order baru dengan lebih menonjolkan system presidensial. Model demokrasi yang ditawarkan di rezim pemerintahan Indonesia tersebut malah memunculkan pemerintahan yang otoritarian, yang membelenggu kebebasan politik warganya akhirnya membuat rakyat Indonesia berusaha melakukan reformasi sistem politik di Indonesia tahun 1997.
  • Periode 1997 – saat ini : Setelah melewati banyak pergantian akhirnya Indonesia memilih system demokrasi pancasila orde reformasi hingga saat ini. Sistem ini pemerintahannya di dasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar Negara. Sistem ini juga menonjolkan peran kekuasaan rakyat dalam Negara dengan diadakannya pemilu.

Nah, jadi itu tadi beberapa penjelasan singkat dari penerapan demokrasi di Indonesia. Lalu, bagaimana sih system demokrasi di Indonesia sendiri dalam kehidupan saat ini? Apakah sudah sesuai dengan apa yang ditulis dalam Pancasila dan UUD 1945? 

Jika dikaitkan dengan demokrasi untuk mewujudkan keadilan sosial, menurut kelompok kami sendiri, sistematika demokrasi di Indonesia semakin lama semakin memudar, lho. Kita bisa mengambil bukti dari adanya perbedaan kekuasaan antara kaum menengah keatas dan kaum menengah kebawah. Bagaimana bisa? Jika kalian sadar, pasti kaum menegah keatas mereka pasti memiliki banyak kekuasaan karena dibantu oleh adanya ‘uang’ yang mereka punya, sedangkan untuk kaum menegah kebawah mereka terkadang mendapat penindasan dan hak yang mereka miliki-pun terkadang tidak sama rata dengan mereka-mereka yang berada di kaum menegah keatas. Kita ambil contoh saja seperti apabila ada seseorang yang melanggar hukum, seperti korupsi. Korupsi malahan lebih sering dilakukan oleh mereka yang memiliki nama besar ataupun kekuasaan yang besar di dalam suatu perusahaan atau lembaga. Bisa dipastikan bahwa orang tersebut pasti termasuk dalam jejeran orang kaum atas atau dengan kata lain ‘orang berduit’ namun malahan orang tersebut mendapatkan hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahannya yaitu korupsi. Malahan mereka cenderung diberi fasilitas yang enak dan tidak sepadan dengan kesalahan mereka.

Contoh lain lagi adalah apabila ada seseorang yang berkendara dengan mobil berkecepatan tinggi setelah itu dia menyebabkan kecelakaan yang menewaskan seseorang, ada beberapa contoh kasus serupa yang berakhir dengan jalur perdamaian saja dan tentu saja mereka memberi sogokan uang kepada polisi untuk tidak mengusut kasus itu lagi dan menganggap bahwa kasus tersebut sudah selesai. Padahal, kita tidak pernah tau dengan pihak korban apakah mereka setuju atau tidak dengan diperlakukan seperti itu apalagi sudah menyangkut nyawa. Tapi apa boleh buat, mereka sudah seperti tidak memiliki wewenang lagi karena polisi sudah ditutup mulutnya, hal tersebutlah yang menyebabkan timbulkan ketidakadilan sosial bagi rakyat Indonesia. 

Hukum di Indonesia kurang kuat menurut kami sendiri, maka dari itu seharusnya pemerintah Indonesia bisa memperbaikinya agar tidak ada lagi adanya kesenjangan sosial satu sama lain. Namun, jika kita membahas demokrasi dalam system pemilu di Indonesia sendiri menurut kami sudah cukup bagus terlaksanakan. Karena adanya pemilu ini, system demokrasi dimana rakyat yang memegang wewenang dapat benar-benar terlakasana dengan mengikuti pemilu berarti rakyat juga membantu dalam pemilihan siapa yang menjadi pemimpin Negara kita sendiri. Jadi, adanya pemilu membuktikan bahwa setidaknya system demokrasi Indonesia ada yang benar-benar terwujud.

Nah, kita sebagai kaum muda bisa loh membantu Indonesia kearah yang lebih baik dengan membangun kehidupan demokrasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan beberapa cara seperti : mematuhi hukum dan adat-istiadat yang telah diterapkan di Indonesia, menghormati hak orang lain apabila orang tersebut sedang berpendapat dan tidak memaksakan orang lain untuk harus setuju dengan pendapat yang ia berikan, selain itu apabila terjadi suatu permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan cara musyawarah daripada harus bertengkar, setelah itu apabila sudah dilakukan pengambilan keputusan, keputusan tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan. Lalu apabila ada pemilu sebaiknya kita membiasakn diri untuk mengikuti pemilu apabila sudah cukup umur, mengikuti pemilu juga harus dengan cara yang demokratis dan jujur, bukan karena adanya sogokan. 

Indonesia sendiri pun memberikan kebebasan kepada rakyatnya, namun bukan berarti kita boleh berbuat seenak hati kita sendiri tanpa memikirkan orang lain, kita harus dapat mempertanggung jawabkan ‘kebebasan’ yang kita miliki dan memastikan bahwa hal tersebut tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku. Nah, dengan beberapa cara di atas kita sudah termasuk dalam menerapkan kehidupan demokratis untuk Negara loh.

Baiklah teman-teman, sudah cukup untuk pembahasan kami tentang demokrasi di Indonesia kali ini. Terimakasih telah membaca!

- Kelompok 4

1. Hosana Jeferson XI IPS 4 / 12

2. Nethania Xaviera / 15

3. Tabitha Putri / 25

4. Teresa Fibia Tan / 26


- Daftar Pustaka

  1. https://www.kompasiana.com/rianoktaviansyah/563f1de8917e6170071111e9/perkembangan-demokrasi-di-indonesia 
  2. https://www.kompasiana.com/sitijuriani_tarihoran/552c99296ea8340d028b4578/pelaksanaan-demokrasi-di-indonesia-dalam-berbagai-kurun-waktu 
  3. https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/13/200000469/perilaku-mendukung-tegaknya-nilai-nilai-demokratis?page=all 
  4. https://ex-school.com/artikel/membangun-kehidupan-yang-demokratis-di-indonesia 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aktivitas Fisik bagi Kehidupan dan Demokrasi